Jumat, 06 Maret 2009

PENGELOLAAN KEUANGAN PERGURUAN TINGGI

Pengelolaan Keuangan Perguruan Tinggi

Perguruan Tinggi merupakan salah satu bentuk organisasi sektor publik yang bergerak pada bidang jasa dimana pada pengelolaan keuangannya memiliki ciri sebagai berikut:
Anggaran merupakan instrumen strategis dan instrumen keuangan yang cukup dominan
Laporan keuangan (apabila diperlukan) biasanya dalam bentuk: Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Surplus dan Defisit, Neraca, Laporan Arus Kas
Kebutuhan pengelolaan keuangannya mengarah pada pencapaian target mutu pendidikan yang ditentukan lembaga akreditasi nasional.

Dalam rangka untuk memenuhi hal-hal di atas pengelolaan perguruan tinggi perlu dirumuskan sebagai berikut:
Ruang lingkup pengelolaan perguruan tinggi meliputi: Perencanaan, Penganggaran, Penatausahaan Keuangan, Pelaporan, dan Pertanggungjawaban. Masing-masing tahapan di atas akan menghasilkan output untuk tahapan berikutnya

Untuk dapat melaksanakan pengelolaan keuangan perguruan tinggi dalam rangka mencapai perwujudan mutu secara transparan dan akuntabel, terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan untu setiap tahapannya sebagai berikut:

Tahapan perencanaan. Dapat dipilih disain perencanaan yang bersifat gabungan antara top dowd dan bottom up
Tahapan penganggaran. Dapat digunakan anggaran dengan disain penganggaran berbasis kinerja
Untuk penatausahaan. Dapat digunakan penatausahaan dengan disain one up level yang memasukkan unsur SPI
Tahapan Pelaporan. Dapat digunakan disain akuntansi yang bersifat budgetary accounting
Untuk pertanggungjawaban. Dapat menggunakan disain pertanggungjawaban keuangan dengan memasukkan unsur pengendalian manajemen.

Secara lebih khusus, berikut ini kami bahas agak mendalam mengenai aspek penganggaran dan akuntansinya.

Penganggaran
Anggaran yang dapat digunakan untuk mendukung pencapaian mutu salah satunya adalah anggaran berbasis kinerja. Anggaran berbaisis kinerja merupakan anggaran yang tidak hanya mementingkan alokasi input kepada pusat pertanggungjawaban, namun juga mengutamakan pencapaian output, bahkan outcome.

Integrasi Penganggaran dan Akuntansi
Selain anggaran berbasis kinerja perguruan tinggi, untuk dapat mengintegrasikan antara penganggaran dan akuntansi diperlukan dua jenis pengkodean, yaitu kode rekening dank ode mata anggaran. Untuk dapat mengintegrasikan penjaminan mutu perguruan tinggi maka diperlukan kode digit butir mutu pada kode mata anggaran. Untuk dapat melakukan pengendalian belanja, pada kode rekening perlu ditambahkan kode komponen kos

Kode mata anggaran yang memasukkan kode butir mutu, akan dapat membantu pengambil keputusan dalam mendapatkan informasi alokasi dana kepada pencapaian butir-butir mutu yang telah ditentukan.
Kode rekening yang memasukkan unsur komponen kos akan dapat digunakan untuk menseleksi unit apa menganggarkan apa sehingga tidak terjadi double anggaran yang menyebabkan inefisiensi keuangan.
INFO SELANJUTNYA MOHON DITUNGGU......
SURYO PRATOLO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar